Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Showing posts with label ahlussunnah wal jama'ah. Show all posts
Showing posts with label ahlussunnah wal jama'ah. Show all posts

Tuesday, April 3, 2012

Ruang Dan Waktu

by Unknown  |  in ilmu at  6:46 AM
MENJELAJAH RUANG YANG TAK BE-
RUANG, MELANGKAH SETAPAK
DEMI SETAPAK DALAM JARAK YANG
TIADA BER-JARAK, TERBANG BEBAS
DAN MERDEKA DALAM
KEMERDEKAAN-NYA DI WAKTU
YANG TAK BER-WAKTU.


MELEPASKAN SEGALA IKATAN YANG
MEMBELENGGU JIWA UNTUK
MASUK KEDALAM JIWA
MUTMA’INNAH. JIWA-JIWA
MENJADI SATU JIWA, SATU RASA,
SATU RAHASIA DENGAN ROBBUL
‘AALAMIIIN.

JAGA DALAM TIDUR MENGGAPAI
INSAN KAMIL MUKAMIL YANG
SENANTIASA TER-JAGA DALAM
KETER-JAGA-ANNYA DI SETIAP
GERAK DAN DIAM-NYA.

MUSNAH
SEGALA SEKAT DAN LENYAP SEGALA
HIJAB SERTA TERSINGKAPLAH
CADAR YANG MENUTUPI.

MEMANDANG KE-AGUNGAN-NYA
PADA ZAT, SIFAT, ASMA’ DAN AF’AL
DALAM TAUHID UNIVERSAL
(MELIPUTI). KARENA MEMANG
TAUHIDULLAH ADALAH TAUHID
YANG MELIPUTI BUKAN TAUHID
YANG TERSEKAT PADA MAZHAB,
GOLONGAN, ALIRAN DAN PAHAM
TERTENTU.

INILAH……JALAN
DALAM SPIRITUAL YANG SE-JATI
DALAM KESE-JATI-ANNYA YANG
TIDAK TERKURUNG DAN TIDAK
TERKEKANG NAMUN TETAP DALAM
KESELARASAN, LEBUR DALAM
“MANUNGGALING KAWLA GUSTI”,


NAMUN……BUKAN TUHAN ADALAH
HAMBA ATAU HAMBA ADALAH
TUHAN MELAINKAN….. “TUHAN”
TETAPLAH “TUHAN” DAN “HAMBA”
TETAPLAH “HAMBA”. BUKAN
“TUHAN” YANG DI TUHAN-
TUHANKAN DAN BUKAN PULA
“HAMBA” YANG DI HAMBA-
HAMBAKAN.
TAUHID UNIVERSAL ADALAH
TAUHIDULLAH YANG SE-JATI
NAMUN BUKAN TAUHID YANG
BERCAMPUR (PENCAMPURAN
ANTARA SATU KEYAKINAN DENGAN
KEYAKINAN YANG
LAIN)MELAINKAN TAUHID YANG
MURNI DALAM “YAQIINULLAH
YAQIINUL HAQ”, “TAUHIDULLAH
TAUHIDUL HAQ”. BUKAN
KEYAKINAN YANG DI YAKIN-YAKINI
DAN BUKAN PULA TAUHID YANG DI
TAUHID-TAUHIDKAN.
SEMOGA…………BERMANFA’AT
DALAM ESA-NYA YANG MEMANG
NYATA KE-ESA-ANNYA TANPA DI
ESA-ESA KAN.


Muhammad Nur Khayat: SUBHANALLAH

Jin Dan Jun: Muhammad Nur Khayat.SAMPAI AJALPUN TAK AKAN PERNAH PADA MAKM DAN HAL TAUHID TANPA PENDAKIAN DAN USAHA YG NYATA,SEBELUM DIRI INI HAUS YG AMAT SANGAT,SEBELUM HATI INI HANCUR BERKEPING2,KADANG DATANGNYA HIDAYAH DG JALAN NEGATIF,, SUNGGUH PENDERITA'AN ADLH AWAL DARI TERBUKANYA JALAN..

Muhammad Nur Khayat: ya Jin Dan Jun

Wednesday, November 30, 2011

WALI ALLAH: TINGKATAN, JUMLAH DAN PANGKAT

by Ilmu Tasawuf  |  in Wali Allah at  1:28 AM
TINGKATAN WALI ALLAH

1. Al Aqtab berasal dari kata tunggal Al Qutub yang memiliki arti penghulu. Dari sini dapat kita simpulkan bahwa Al Aqtab adalah derajat kewalian yang tertinggi. Jumlah wali yang memiliki derajat tersebut hanya terbatas seorang saja untuk setiap waktunya. Seperti Abu Yazid Al Busthami dan Ahmad Ibnu Harun Rasyid Assity. Di antara mereka ada yang memiliki posisi di bidang pemerintahan, meskipun tingkatan taqarrubnya juga mencapai derajat tinggi, seperti para Khulafa? Ur Rasyidin, Al Hasan Ibnu Ali, Muawiyah Ibnu Yazid, Umar Ibnu Abdul Aziz dan Al Mutawakkil.

2. Al Aimmah berasal dari kata tunggal imam yang memiliki arti pemimpin. Setiap waktunya hanya ada dua orang saja yang dapat mencapai derajat Al Aimmah. Keistimewaannya, ada di antara mereka yang pandangannya hanya tertuju ke alam malakut saja, ada pula yang pandangannya hanya tertuju di alam malaikat saja.

3. Al Autad berasal dari kata tunggal Al Watad yang memiliki arti pasak. Yang memperoleh derajat Al Autad hanya ada empat orang saja setiap waktunya. Kami menemukan seorang di antara mereka dikota Fez di Morocco. Mereka tinggal di utara, di timur, di barat dan di selatan bumi, mereka bagaikan penjaga di setiap pelosok bumi.

hanya dengan ilmu bisa mengenal. kalau tidak musuh yang nyata dapat menyamar.

4. Al Abdal berasal dari kata Badal yang memiliki arti menggantikan. Yang memperoleh derajat Al Abdal itu hanya ada tujuh orang dalam setiap waktunya. Setiap wali Abdal ditugaskan oleh Allah untuk menjaga suatu wilayah di bumi ini. Dikatakan di bumi ini memiliki tujuh daerah. Setiap daerah dijaga oleh seorang wali Abdal. Jika wali Abdal itu meninggalkan tempatnya, maka ia akan digantikan oleh yang lain. Ada seorang yang bernama Abdul Majid Bin Salamah pernah bertanya pada seorang wali Abdal yang bernama Muaz Bin Asyrash, praktek apa yang dikerjakannya sampai ia menjadi wali Abdal? Jawab Mu'adz Bin Asyrash: "Para wali Abdal mendapatkan derajat tersebut dengan empat kebiasaan, yaitu sering lapar, gemar beribadah di malam hari, suka diam dan mengasingkan diri".

WALI ALLAH: PENGERTIAN, GOLONGAN DAN CIRI-CIRI

by Ilmu Tasawuf  |  in zikir at  1:18 AM
Wali: Wali Allah atau Walīyu 'llah), berarti adalah' seseorang yang dipercaya 'atau' pelindung ', makna secara umum menjadi' Teman Allah 'dalam kalimat walīyu' llah. Al Qur'an menjelaskan Waliallah memiliki arti orang yang beriman dan bertakwa. "Ingatlah sesungguh wali-wali Allah itu tidak ada kekhawatiran pada mereka dan tidak pula mereka bersedih hati. Yaitu orang-orang yg beriman dan mereka selalu bertakwa. "(Yunus 10:62 - Al-Furqan dalam kitab Majmu'atut Tauhid hal. 339)

Dari Abu Hurairah ia berkata: telah bersabda Rasulullah shalalahu 'alaihi wa sallam: "Sesungguhnya Alloh telah berfirman: Barangsiapa yang memusuhi waliku maka sesungguhnya Aku telah menyatakan perang kepadanya, dan tidaklah seorang hambaKu mendekatkan diri kepadaKu dengan sesuatu ibadah yang lebih Aku cintai dari apa yang telah Aku wajibkan kepadanya, dan senantiasa seorang hambaKu mendekatkan diri kepadaKu dengan amalan-amalan sunnah sampai Aku mencintainya. Jika Aku mencintainya jadilah aku sebagai pendengarannya yang ia gunakan untuk mendengar, dan sebagai penglihatannya yang ia gunakan untuk melihat, dan sebagai tangannya yang ia gunakan untuk berbuat, dan sebagai kakinya yang ia gunakan untuk berjalan. Dan jika ia meminta (sesuatu) kepada pasti Aku akan memberinya, dan jika ia meminta perlindungan dariKu pasti Aku akan melindunginya ".

LIMA BINTANG CAHAYA tareqat NAQSHBANDIYAH

by Ilmu Tasawuf  |  in tasawuf at  1:01 AM


Silsilah tariqat Naqshbandi dimulai dari Khalifah - pengganti - Rasulullah (saw) yang pertama yaitu, Abu Bakar Siddiq, sahabat paling rapat dan pengikut paling shttp://www.blogger.com/img/blank.gifetia Rasulullah (saw). Pewaris kepada beliau pula adalah Salman al-Farsi, dari Persia. Salman al-Farisi adalah seorang sahabat yang sejak dai mudanya saat di Persia, selalu menemukan para ulama dan para'ariffin '(mereka yang arif tentang ilmu ketuhanan), pria maupun wanita untuk menuntut ilmu dari mereka, sampai akhirnya beliau bertemu dengan orang yang dicari -carinya yaitu, Nabi dan Rasul pada zamannya, Muhammad shallallahu 'alaihi wasalam. Pewaris kepada beliau pula adalah, Qassim bin Muhammad bin Abu Bakar, cucunda kepada Abu Bakar Siddiq, yang telah disebut diatas tadi. Selanjutnya, rahasia praktek kesufian tariqat Naqshbandi ini pula diwarisi oleh Imam besar, Imam para 'Arifin' dan Indikator Jalan Ketuhanan pada zamannya yaitu Jaf'ar as-Sadiq, orang yang Dipercaya. ! Beliau diakui sebagai Imam besar jalan ketuhanan oleh orang Islam yang berpaham Sunni (ahlussunnah wal jama'ah) dan juga yang berpaham Shi'a, Yahudi dan juga Kristen. Ia merupakan generasi kelima keturunan Rasulullah (saw) dan beliau mewarisi rahasia ilmu kesufian / ketuhanan ini dari keluarga ibunya yang merupakan keturunan Abu Bakar dan juga dari keluarga ayahnya yang merupakan keturunan Nabi Muhammad melalui anak kesayangan beliau (saw), Fatimah.
Bayazid al Bistami pula merupakan pewaris as-Sadiq dalam silsilah tariqat yang kaya dengan rahasia ilmu ketuhanan / kesufian ini. Kakek Bayazid merupakan seorang majusi (penyembah api). Kehidupan zuhud yang menjadi praktek Bayazid tidak tertandingi. Ia merupakan anggota Sufi yang pertama yang mengutarakan konsep fana'un fillah (binasanya makhluk - sesungguhnya Allah juga yang ada dan yang kekal).

Proudly Powered by Blogger.