Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Showing posts with label Ulama. Show all posts
Showing posts with label Ulama. Show all posts

Wednesday, November 30, 2011

WALI ALLAH: TINGKATAN, JUMLAH DAN PANGKAT

by Ilmu Tasawuf  |  in Wali Allah at  1:28 AM
TINGKATAN WALI ALLAH

1. Al Aqtab berasal dari kata tunggal Al Qutub yang memiliki arti penghulu. Dari sini dapat kita simpulkan bahwa Al Aqtab adalah derajat kewalian yang tertinggi. Jumlah wali yang memiliki derajat tersebut hanya terbatas seorang saja untuk setiap waktunya. Seperti Abu Yazid Al Busthami dan Ahmad Ibnu Harun Rasyid Assity. Di antara mereka ada yang memiliki posisi di bidang pemerintahan, meskipun tingkatan taqarrubnya juga mencapai derajat tinggi, seperti para Khulafa? Ur Rasyidin, Al Hasan Ibnu Ali, Muawiyah Ibnu Yazid, Umar Ibnu Abdul Aziz dan Al Mutawakkil.

2. Al Aimmah berasal dari kata tunggal imam yang memiliki arti pemimpin. Setiap waktunya hanya ada dua orang saja yang dapat mencapai derajat Al Aimmah. Keistimewaannya, ada di antara mereka yang pandangannya hanya tertuju ke alam malakut saja, ada pula yang pandangannya hanya tertuju di alam malaikat saja.

3. Al Autad berasal dari kata tunggal Al Watad yang memiliki arti pasak. Yang memperoleh derajat Al Autad hanya ada empat orang saja setiap waktunya. Kami menemukan seorang di antara mereka dikota Fez di Morocco. Mereka tinggal di utara, di timur, di barat dan di selatan bumi, mereka bagaikan penjaga di setiap pelosok bumi.

hanya dengan ilmu bisa mengenal. kalau tidak musuh yang nyata dapat menyamar.

4. Al Abdal berasal dari kata Badal yang memiliki arti menggantikan. Yang memperoleh derajat Al Abdal itu hanya ada tujuh orang dalam setiap waktunya. Setiap wali Abdal ditugaskan oleh Allah untuk menjaga suatu wilayah di bumi ini. Dikatakan di bumi ini memiliki tujuh daerah. Setiap daerah dijaga oleh seorang wali Abdal. Jika wali Abdal itu meninggalkan tempatnya, maka ia akan digantikan oleh yang lain. Ada seorang yang bernama Abdul Majid Bin Salamah pernah bertanya pada seorang wali Abdal yang bernama Muaz Bin Asyrash, praktek apa yang dikerjakannya sampai ia menjadi wali Abdal? Jawab Mu'adz Bin Asyrash: "Para wali Abdal mendapatkan derajat tersebut dengan empat kebiasaan, yaitu sering lapar, gemar beribadah di malam hari, suka diam dan mengasingkan diri".

WALI ALLAH: PENGERTIAN, GOLONGAN DAN CIRI-CIRI

by Ilmu Tasawuf  |  in zikir at  1:18 AM
Wali: Wali Allah atau Walīyu 'llah), berarti adalah' seseorang yang dipercaya 'atau' pelindung ', makna secara umum menjadi' Teman Allah 'dalam kalimat walīyu' llah. Al Qur'an menjelaskan Waliallah memiliki arti orang yang beriman dan bertakwa. "Ingatlah sesungguh wali-wali Allah itu tidak ada kekhawatiran pada mereka dan tidak pula mereka bersedih hati. Yaitu orang-orang yg beriman dan mereka selalu bertakwa. "(Yunus 10:62 - Al-Furqan dalam kitab Majmu'atut Tauhid hal. 339)

Dari Abu Hurairah ia berkata: telah bersabda Rasulullah shalalahu 'alaihi wa sallam: "Sesungguhnya Alloh telah berfirman: Barangsiapa yang memusuhi waliku maka sesungguhnya Aku telah menyatakan perang kepadanya, dan tidaklah seorang hambaKu mendekatkan diri kepadaKu dengan sesuatu ibadah yang lebih Aku cintai dari apa yang telah Aku wajibkan kepadanya, dan senantiasa seorang hambaKu mendekatkan diri kepadaKu dengan amalan-amalan sunnah sampai Aku mencintainya. Jika Aku mencintainya jadilah aku sebagai pendengarannya yang ia gunakan untuk mendengar, dan sebagai penglihatannya yang ia gunakan untuk melihat, dan sebagai tangannya yang ia gunakan untuk berbuat, dan sebagai kakinya yang ia gunakan untuk berjalan. Dan jika ia meminta (sesuatu) kepada pasti Aku akan memberinya, dan jika ia meminta perlindungan dariKu pasti Aku akan melindunginya ".

Proudly Powered by Blogger.