Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Showing posts with label ceramah. Show all posts
Showing posts with label ceramah. Show all posts

Tuesday, April 3, 2012

Hikmah diutus Para Nabi & Rasul

by anumu anuku anu anuan  |  in ceramah at  7:54 AM
Assalamualaikum Wr . Wb Hikmah diutus Para Nabi & Rasul ... Kita ["Berfikir"] Nabi diutus hanya sebagai Memberikan Kabar Gembira ... Tapi Di Balik diutus nya Para Nabi & Rasul Mempunyai Hikmah Pengajaran baik buat kita . . . ? Kabar Gembira dimana Nabi & Rasul Menunjukan Cahaya Terang agar Tidak Tersesat ... Tanyakanlah kepada Bani Israil: "Berapa banyaknya tanda-tanda (kebenaran)132 yang nyata, yang telah Kami berikan kepada mereka". Dan barangsiapa yang menukar ni'mat Allah133 setelah datang ni'mat itu kepadanya, maka sesungguhnya Allah sangat keras siksa-Nya. ["Al-Baqarah 211"] [">132: Yaitu tanda-tanda kebenaran yang dibawa nabi-nabi mereka, yang menunjukkan kepada keesaan Allah, dan kebenaran nabi-nabi itu selalu mereka tolak.>133: Yang dimaksud dengan ni'mat Allah di sini ialah perintah-perintah dan ajaran-ajaran Allah."] Hikmah diutus nya Para Nabi adalah Tentang betapa Besar-nya Cobaaan Menimpah dan agar Kita tahu Bahwa orang Bertaqwa akan Menang ... Kehidupan dunia dijadikan indah dalam pandangan orang-orang kafir, dan mereka memandang hina orang-orang yang beriman. Padahal orang-orang yang bertakwa itu lebih mulia daripada mereka di hari kiamat. Dan Allah memberi rezki kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya tanpa batas. Manusia itu adalah umat yang satu. (setelah timbul perselisihan), maka Allah mengutus para nabi, sebagai pemberi peringatan, dan Allah menurunkan bersama mereka Kitab yang benar, untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan. Tidaklah berselisih tentang Kitab itu melainkan orang yang telah didatangkan kepada mereka Kitab, yaitu setelah datang kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, karena dengki antara mereka sendiri. Maka Allah memberi petunjuk orang-orang yang beriman kepada kebenaran tentang hal yang mereka perselisihkann itu dengan kehendak-Nya. Dan Allah selalu memberi petunjuk orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus. Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: "Bilakah datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat. ["Al-Baqarah 212-214"] Dan diutuslah Nabi Terakhir Yaitu Nabi SAW Untuk Menyempurnakn Akhlak ... Nabi SAW sendiri bersabda ["Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak"] An-Najm 3-4 Aisyah ra pernah menuturkan: Rasulullah bukanlah seorang yang keji dan tidak suka berkata keji, beliau bukan seorang yang suka berteriak-teriak di pasar dan tidak membalas kejahatan dengan kejahatan. Bahkan sebaliknya, beliau suka memaafkan dan merelakan ["HR. Ahmad"]

10 November

by anumu anuku anu anuan  |  in ceramah at  7:52 AM
Assalamu'alaikum. 10 November merupakan punya sebuah Momentum Para Pahlawan kita yg telah mengorbankan jiwa dan raganya dan telah menghantarkan kita ke pintu gerbang Kemerdekaan. Kita bisa hidup aman dan tentram karena pengorbanan mereka dg simbahan darah dan air mata. Itulah para pahlawan kita mereka gugur dan mati syahid dg penuh kemuliaan, setiap tetesan darah mereka sangat berharga buat kita. Untuk anak bangsa atas nama cinta kita pada bangsa ini, mari maju bersama mengisi kemerdekaan dan mempertahankan setiap jengkal tanah air kita sebagai mana mereka telah mengorbankan nyawanya buat bangsa ini. Bersama kita pasti bisa untuk melaju kepada perubahan menjadi lebih baik serta persatuan kita adalah modal utama kita. Terimakasih Pahlawanku, semoga setiap pengorbananmu di balas dg Syurga-Nya. Gugur satu tumbuh seribu, kami anak bangsa mengikuti jejakmu....!

EDISI PAHLAWANKU

by anumu anuku anu anuan  |  in ceramah at  7:48 AM
EDISI PAHLAWANKU - PIDATO JIHAD USTADZ: DEKLARASI JIHAD ULAMA SE-JAWA YANG DIHILANGKAN -Silakan tag/tandai teman-teman yang lain, atau klik "Bagikan" dari laptop/komputer Sobat- 1. Nama: Sutomo 2. Lahir di Surabaya, Jawa Timur, 3 Oktober 1920 - 3. Meninggal di Padang Arafah, Arab Saudi, 7 Oktober 1981 pada usia 61 tahun Lebih dikenal dengan sapaan akrab oleh rakyat sebagai Bung Tomo, adalah pahlawan yang terkenal karena peranannya dalam membangkitkan semangat rakyat untuk melawan kembalinya penjajah Belanda melalui tentara NICA yang membonceng tentara Sekutu (Inggris), yang berakhir dengan pertempuran 10 November 1945 yang hingga kini diperingati sebagai Hari Pahlawan. Tidak ada satu pun kalimat yang menyinggung peranan umat Islam di dalam deret diorama pertama Museum Satria Mandala. Padahal, ini salah satu contoh saja, pertempuran 10 November 1945 di Surabaya dicetuskan oleh Deklarasi Jihad para ulama se-Jawa pada bulan Oktober 1945 untuk bertekad mengusir penjajah yang ingin kembali menguasai Indonesia. Peranan Bung Tomo yang membakar semangat arek-arek Suroboyo dengan pidato jihadnya di depan corong RRI Surabaya, dengan berkali-kali memekikkan takbir “Allahu Akbar” hingga bergema di angkasa Kota Pahlawan itu juga sama sekali tidak disinggung. Padahal nyaris seluruh arek-arek Suroboyo rela berkorban jiwa dan raga karena semata-mata didasari adanya semangat jihad fi sabilillah, bukan semangat lainnya. Bismillahirrahmanirrahim … Merdeka !!! Saudara-saudara rakyat jelata di seluruh Indonesia, terutama, saudara-saudara penduduk kota Surabaya. Kita semuanya telah mengetahui bahwa hari ini tentara Inggris telah menyebarkan pamflet-pamflet yang memberikan suatu ancaman kepada kita semua. Kita diwajibkan untuk dalam waktu yang mereka tentukan, menyerahkan senjata-senjata yang kita rebut dari tentara Jepang. Mereka telah minta supaya kita datang pada mereka itu dengan mengangkat tangan. Mereka telah minta supaya kita semua datang kepada mereka itu dengan membawa bendera putih tanda menyerah kepada mereka. Saudara-saudara, didalam pertempuran-pertempuran yang lampau, kita sekalian telah menunjukkan bahwa rakyat Indonesia di Surabaya, pemuda-pemuda yang berasal dari Maluku, pemuda-pemuda yang berasal dari Sulawesi, pemuda-pemuda yang berasal dari Pulau Bali, pemuda-pemuda yang berasal dari Kalimantan, pemuda-pemuda dari seluruh Sumatera, pemuda Aceh, pemuda Tapanuli & seluruh pemuda Indonesia yang ada di Surabaya ini, didalam pasukan-pasukan mereka masing-masing dengan pasukan-pasukan rakyat yang dibentuk di kampung-kampung, telah menunjukkan satu pertahanan yang tidak bisa dijebol, telah menunjukkan satu kekuatan sehingga mereka itu terjepit di mana-mana. Hanya karena taktik yang licik daripada mereka itu, saudara-saudara dengan mendatangkan presiden & pemimpin-pemimpin lainnya ke Surabaya ini, maka kita tunduk untuk menghentikan pertempuran. Tetapi pada masa itu mereka telah memperkuat diri, dan setelah kuat sekarang inilah keadaannya. Saudara-saudara, kita semuanya, kita bangsa Indonesia yang ada di Surabaya ini akan menerima tantangan tentara Inggris ini. Dan kalau pimpinan tentara Inggris yang ada di Surabaya ingin mendengarkan jawaban rakyat Indonesia, ingin mendengarkan jawaban seluruh pemuda Indonesia yang ada di Surabaya ini. Dengarkanlah ini hai tentara Inggris, ini jawaban rakyat Surabaya, ini jawaban pemuda Indonesia kepada kau sekalian. Hai tentara Inggris ! Kau menghendaki bahwa kita ini akan membawa bendera putih takluk kepadamu, menyuruh kita mengangkat tangan datang kepadamu, kau menyuruh kita membawa senjata-senjata yang kita rampas dari Jepang untuk diserahkan kepadamu. Tuntutan itu walaupun kita tahu bahwa kau sekalian akan mengancam kita untuk menggempur kita dengan seluruh kekuatan yang ada. Tetapi inilah jawaban kita: Selama banteng-banteng Indonesia masih mempunyai darah merah yang dapat membikin secarik kain putih menjadi merah & putih, maka selama itu tidak akan kita mau menyerah kepada siapapun juga! Saudara-saudara rakyat Surabaya, siaplah keadaan genting tetapi saya peringatkan sekali lagi, jangan mulai menembak, baru kalau kita ditembak, maka kita akan ganti menyerang mereka itu. Kita tunjukkan bahwa kita adalah benar-benar orang yang ingin merdeka. Dan untuk kita, saudara-saudara, lebih baik kita hancur lebur daripada tidak merdeka. Semboyan kita tetap: MERDEKA atau MATI. Dan kita yakin, saudara-saudara, pada akhirnya pastilah kemenangan akan jatuh ke tangan kita sebab Allah selalu berada di pihak yang benar, percayalah saudara-saudara, Tuhan akan melindungi kita sekalian Allahu Akbar..! Allahu Akbar..! Allahu Akbar…! MERDEKA!!! Dan ini bukan satu-satunya. Diorama lainnya yang juga secara hambar menggambarkan sejarah perjuangan umat Islam Indonesia adalah diorama tentang Palagan Ambarawa, 15 Desember 1945. Di dalam plat kuning yang berisikan informasi secara garis besar tentang Palagan Ambarawa, tidak ada sedikit pun yang menyinggung tentang peranan para Kiai dan Pasukan Santri yang sesungguhnya merupakan pasukan inti pemukul kekuatan pasukan Inggris, wakil dari pasukan Sekutu, yang baru saja mabuk kemenangan di dalam Perang Dunia II. Sejarawan Islam dari Bandung, Ahmad Mansyur Suryanegara, mengisahkan, “Sejarah kita tidak menuliskan dengan benar soal Palagan Ambarawa. Padahal momentum itu merupakan momentum yang sangat penting, karena ketika itulah pasukan santri yang dipimpin para kiai berhasil memukul mundur pasukan Inggris yang merupakan pasukan pemenang Perang Dunia II. Pasukan santri ini juga berhasil merebut sejumlah benteng peninggalan Belanda dan membuat Sekutu yang dipimpin Mayjen Hawthron, Panglima Divisi India ke-23, pontang-panting melarikan diri menuju kapal-kapal perang mereka yang bersandar di pelabuhan Semarang.” RINGKASAN Peristiwa 10 November (Pertempuran Surabaya / Battle of Surabaya) Merupakan bagian dari Perang Kemerdekaan Indonesia dimana Indonesia melawan Britania Raya dan Belanda pada tanggal 27 Oktober – 20 November, 1945 di Surabaya, Indonesia. Indonesia: a. Komandan : Bung Tomo b. Kekuatan : 20,000 pasukan c. Jumlah korban : 16,000. Sekutu : Komandan : Brigjen A. W. S. Mallaby dan Mayjen E. C. Mansergh. Kekuatan : 100,000 pasukan, didukung tank, pesawat tempur, dan kapal perang. Jumlah korban : 2,000.  Indonesia tidak pernah dimerdekakan dengan teriakan “HALELUYA” Tapi Indonesia dimerdekakan dengan pekik JIHAD FI SABILILLAH “ALLAHU AKBAR !” Jihad ulama, ustadz, santri & muslim yang melawan penjajah. "Barang siapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.." (QS. Ali- Imran ayat 85)

Wahai DZAT

by anumu anuku anu anuan  |  in ceramah at  7:46 AM
Assalammu'alaikum wr.wb. Wahai DZAT yang MAHA SEMPURNA,, tak pernah sedikitpun hamba merasa tenang dalam hidup hamba, sehingga air mata dan rasa takut padaMU selalu di kalbu, betapa ku rindu padaMu. Sujudku selalu bersimbah air mata, teringat dosa. ampunilah seluruh dosa pada diri hamba yang hina ini ya Robb. Kutakut akan siksaMu Kurindu “wajahMu” ya Robb Suatu hari kita membuka mata dan menemukan diri kita sendiri di tengah-tengah beragam kenikmatan yang berlimpah. Ketika itu mata kita akan dihadapkan dengan seribu satu keindahan alam yang mempesona Saat itulah seharusnya kita mulai merenungkan tentang segala sesuatu yang telah Allah SWT karuniakan kepada kita. Di setiap bagian terkecil dari alam semesta ini, di situlah Allah menyadarkan kita akan rahmat-Nya. Bahwa Allah SWT benar-benar sangat sayang dan memberikan kasihNya sepenuh hati untuk kita semua. Hanya atas cintaNya kita diciptakan sebegitu indah dan sempurna. Hingga tiada makhluk lain yang lebih indah dari diri kita. Ini adalah sebuah anugerah yang tak terhingga dariNya. Sahabat, Tidakkah kita mengetahuinya? Berbagai macam kenikmatan setiap hari kita rasakan semua itu sengaja Allah berikan untuk kita agar kita bisa menyadari bahwa semua itu adalah kebesaranNya. KeagunganNya yang patut kita syukuri, lalu? Bagaimana dengan diri kita, masihkah kita mengingkarinya? dengan selalu berbuat dosa, dan melakukan perbuatan-perbuatan yang tak diridhoiNya. Padahal diri kita senantiasa dekat denganNya, sehingga setiap detik dan setiap langkah yang kita lakukan sesungguhnya Allah mengetahuinya.Tanpa kita sadari Allah mencatat segala kejahatan yang kita lakukan selama ini. Wahai Sahabat, sudah saatnya kita kembali padaNya, mengingatNya, mempersembahkan seluruh jiwa dan raga kita hanya untuk Allah Azza Wajalla.. Salam santun ukhuwah fillah.. Tetap istiqomah dan Se^_^nyum Wassalammu'alaikum wr.wb.

hati

by anumu anuku anu anuan  |  in puisi at  1:19 AM
Lihatlah kepada hati apabila kita
terperosok ke dalam perbuatan
maksiat atau dosa. Jika kesalahan
yang demikian membuat kita
berputus asa daripada rahmat
dan pertolongan Allah s.w.t itu
tandanya pergantungan kita
kepada-Nya sangat lemah
Bila tak kunyatakan
keindahan-Mu dalam kata,
Kusimpan kasih-Mu dalam
dada.
Bila kucium harum mawar
tanpa cinta-Mu,
Segera saja bagai duri
bakarlah aku.
Meskipun aku diam tenang
bagai ikan,
Tapi aku gelisah pula bagai
ombak dalam lautan
Kau yang telah menutup
rapat bibirku,
Tariklah misaiku ke dekat-Mu.
Apakah maksud-Mu?
Mana kutahu?
Aku hanya tahu bahwa aku
siap dalam iringan ini selalu.
Kukunyah lagi mamahan
kepedihan mengenangmu,
Bagai unta memahah biak
makanannya,
Dan bagai unta yang geram
mulutku berbusa.
Meskipun aku tinggal
tersembunyi dan tidak bicara,
Di hadirat Kasih aku jelas
dan nyata.
Aku bagai benih di bawah tanah,
Aku menanti tanda musim semi.
Hingga tanpa nafasku
sendiri aku dapat bernafas wangi,
Dan tanpa kepalaku sendiri
aku dapat membelai kepala lagi.

REWEL

by anumu anuku anu anuan  |  in puisi at  1:11 AM
BAGAIMANA HATI AKAN DAPAT 
DISINARI SEDANGKAN GAMBAR- 
GAMBAR ALAM MAYA MELEKAT 
PADA CERMINNYA, ATAU 
BAGAIMANA MUNGKIN BERJALAN 
KEPADA ALLAH S.W.T 
SEDANGKAN DIA MASIH 
DIBELENGGU OLEH SYAHWATNYA, 
ATAU BAGAIMANA AKAN MASUK 
KE HADRAT ALLAH S.W.T 
SEDANGKAN DIA MASIH BELUM 
SUCI DARI JUNUB KELALAIANNYA, 
ATAU BAGAIMANA MENGHARAP 
UNTUK MENGERTI RAHSIA- 
RAHSIA YANG HALUS SEDANGKAN 
DIA BELUM TAUBAT DARI 
DOSANYA (KELALAIAN, 
KEKELIRUAN DAN KESALAHAN). 

Saturday, November 12, 2011

Salman Al-Farisi R.A PENCARI KEBENARAN

by Ilmu Tasawuf  |  in tasawuf at  10:21 AM
Siapa yang menemukan kebenaran, pasti akan menemukannya. Kisah ini adalah kisah benar pengalaman seorang manusia mencari agama yang benar (hak), yaitu pengalaman Salman Al Farisy

Marilah kita centang Salman menceritakan pengalamannya selama mengembara mencari agama yang hak itu. Dengan ingatannya yang kuat, ceritanya lebih lengkap, rinci dan lebih terpercaya. seorang sahabat Rasulullah saw.

Dari Abdullah bin Abbas Radliyallahu 'Anhuma berkata, "Salman al-Farisi Radliyallahu' Anhu menceritakan biografinya kepadaku dari mulutnya sendiri. Kata Salman," Saya pemuda Persia, penduduk kota Isfahan, berasal dari desa Jayyan. Bapaku pemimpin Desa. Orang terkaya dan berkedudukan tinggi di situ. Aku adalah insan yang paling disayangi ayah sejak lahir. Kasih sayang beliau semakin bertambah seiring dengan peningkatan usiaku, sehingga karena teramat sayang, aku dijaga di rumah seperti anak gadis.

Aku mengabdi dalam Agama Majusi (yang dianut ayah dan bangsaku). Aku ditugaskan untuk menjaga api penyembahan kami agar api tersebut menyala.

Ayahku memiliki kebun yang luas, dengan hasil yang banyak Karena itu ia tinggal di sana untuk mengawasi dan memungut hasilnya. Pada suatu hari bapak pulang ke desa untuk menyelesaikan suatu urusan penting. Ia berkata kepadaku, "Hai anakku! Bapa sekarang sangat sibuk. Karena itu pergilah engkau mengurus kebun kita hari ini menggantikan Bapak.''

Aku pergi ke kebun kami. Dalam perjalanan ke sana aku melalui sebuah gereja Nasrani. Aku mendengar suara mereka sedang shalat. Suara itu sangat menarik perhatianku.

Sebenarnya aku belum mengerti apa-apa tentang agama Nasrani dan agama-agama lain. Karena selama ini aku dikurung ayah di rumah, tidak bisa bergaul dengan siapapun. Maka ketika aku mendengar suara mereka, aku tertarik untuk masuk ke gereja itu dan mengetahui apa yang sedang mereka lakukan. Aku kagum dengan cara mereka shalat dan ingin bergabung.

Kataku, "Demi Allah! Ini lebih bagus dari agama kami." Aku tidak beranjak dari gereja itu sampai petang. Sehingga aku lupa untuk ke kebun.

Aku bertanya kepada mereka, "Dari mana asal agama ini?"

"Dari Syam (Suriah)," jawab mereka.

Setelah hari senja, barulah aku pulang. Bapa menanyakan urusan kebun yang ditugaskan beliau kepadaku.

Jawabku, "Ya, Bapa! Aku bertemu dengan orang sedang sembahyang di gereja. Aku kagum melihat mereka shalat. Belum pernah aku melihat cara orang shalat seperti itu. Karena itu aku berada di gereja mereka sampai sore."

Bapa menasehati akan perbuatanku itu. Katanya, "Hai, anakku! Agama Nasrani itu bukan agama yang baik. Agamamu dan agama nenek moyangmu (Majusi) lebih baik dari agama Nasrani itu!"

Jawabku, "Tidak! Demi Allah! Sesungguhnya agama merekalah yang lebih baik dari agama kita."

Bapa khawatir dengan ucapanku itu. Dia takut kalau aku murtad dari agama Majusi yang kami anuti. Karena itu dia mengurungku dan membelenggu kakiku dengan rantai.

Ketika aku mendapat kesempatan, kukirim surat kepada orang-orang Nasrani minta tolong kepada mereka untuk memberitahukan kepadaku andai ada kafilah yang akan ke Syam untuk memberitahu kepadaku. Tidak berapa lama kemudian, datang ke mereka satu kafilah yang hendak pergi ke Syam. Mereka memberitahu kepadaku.

Maka aku berusaha untuk membebaskan diri dari rantai yang membelengu diriku dan melarikan diri bersama kafilah tersebut ke Syam.

Sampai di sana aku bertanya kepada mereka, "Siapa kepala agama Nasrani di sini?"

"Uskup yang menjaga" jawab mereka.

JALAN ke hadrat Illahi

by Ilmu Tasawuf  |  in tasawuf at  10:08 AM
JALAN ke hadrat Illahi

Ada tiga jalan ke Hadrat Ilahi yaitu:

  1. Jalan Adabul Syari'at
  2. Jalan Adabul Hidmat
  3. Jalan Adabul Haq

Jalan Adabus Syari'at adalah mematuhi segala 10 hukum-hukum Tuhan. 5 hukum syariah yaitu wajib, sunat, haram, makruh dan harus. 5 hukum wad'e yaitu Persyaratan, sebab, mani' (penghalang), sah dan batal. Sebagaimana Firman Allah Taala berarti:

Barangsiapa membuat membuat kejahatan walau sebesar zarrah sekalipun Allah terima, dan barangsiapa membuat kebajikan sebesar zarrah sekalipun Allah terima juga.

Jalan Adabul hidmat adalah membersihkan hati selain Allah SWT, apakah pada pekerjaan duniawi atau akhirat tanpa meminta balasan.Firman Allah Taala berarti:

Dan Allah Taala yang menjadikan kamu dan perbuatan kamu.

Jalan Adabul haq adalah kita melihat dengan mata lahir dan mata hati dan mata sir melalui wujud Allah. Firman Allah Taala berarti:

Barang di mana kamu hadap, di sana ada ada Allah.

Cara-cara mencapai jalan ini

Harus kita menuntut 3 jenis ilmu yaitu:

  1. Ilmu Fiqh
  2. Ilmu Usuluddin
  3. Ilmu Tasawwuf

Mengapa kita harus menutut ketiga jenis ilmu ini???

Kata Aku: Ini Aku | Ilmu Tasawuf | No Reply | Insulindea

by Ilmu Tasawuf  |  in wisata at  9:39 AM
Kita selalu merujuk diri kita AKU. Kita berkata, "Ini Aku", "Ini Aku punya", "Ini tubuh Aku", "Nama Aku si-anu", dan "Nama ayah Aku si-anu", dan sebagai nya.

Pernahkah kita berpikir siapakah AKU kita itu? Apakah AKU kita itu? Siapa sebenarnya AKU itu?

Maka di sini penulis untuk menguraikan berkenaan AKU ini menurut pendapat dan pandangan Filsafat kesufian

Risalah ini berisi penjelasan tentang AKU. Dari penjelasan atau penjelasan ini pembaca akan dapat sedikit banyak informasi tentang apa dan siapa sebenarnya AKU kita itu.

Selamat membaca dan memahaminya.

Penjelasan ke 1 (SIAPAKAH AKU)

Pernahkah Anda berpikir siapakah AKU itu?

Pernahkah Anda terbayang apakah AKU kita itu?

Sebenarnya AKU kita ini adalah ROH kita, bukan badan kasar ini. Badan kasar ini akan mati jika tidak ROH. Jika tidak ROH, badan kita akan hancur binasa.

ROH kita inilah diri kita yang sebenarnya,. ROH ini hidup dan tidak akan mati. ROH inilah juga zat diri kita.

ROH ini juga limpahan Yang Maha Hidup yaitu Allah SWT. Allah itu hidup. Dia memiliki sifat hidup. Maka hidup (ROH) kita adalah limpahan dari hidup Allah itu.

ROH ini juga digelar "bayangan" Yang Maha Hidup itu. ROH itu bayang kepada Yang Empunya Bayang. Yang Empunya Bayang itu adalah Allah, dan ROH kita itu adalah "bayangan" Allah itu. Demikian pendapat-pendapat anggota-anggota Sufi.

Allah itu tidak kelihatan, Maha Gaib dan tidak ada satu pun yang seperti denganNya. Bagaimana kita dapat tahu adanya sesuatu yang tidak terlihat dan tidak terperikan. Ibarat angin, kita tidak nampak angin, tetapi bagaimana kita tahu angin sedang bertiup dan angin itu ada? Jawabnya, kita tahu adanya angin itu karena ada dampaknya. Kapan daun pohon bergoyang, kita tahu angin sedang bertiup. Kalau kita rasa hembusan, maka itu adalah hembusan angin, dll. Goyangan daun dan rasa hembusan itu adalah tanda-tanda adanya angin. Kita tidak nampak angina tetapi kita tahu adanya angina melalui tanda-tandanya.

Demikian juga keadaannya dengan Allah SWT. Kita tidak nampak Dia, tetapi kita rasa dan percaya adanya melalui tanda-tandanya. Tanda-tanda Allah itu adalah alam semesta raya ini. Tanda-tanda ini dalam bahasa Arab adalah "ayat".

Oleh itu, alam semesta raya dan diri kita ini adalah ayat-ayat Allah belaka.

ROH sangat tinggi martabatnya, melebihi tingkat malaikat. Tempatnya di sisi Allah yang Maha Tinggi. ROH inilah yang mengenang Allah (dzikrullah) seolah-olah kerjanya mengenang Allah saja. Seolah-olah makan minumnya "zikrullah" saja.

ROH yang suci ini senantiasa mentauhidkan Allah Yang Maha Suci. Najis padanya adalah menyekutukan Allah. ROH ini sangat cinta kepada Allah SWT. Ia memuja dan memuji Allah selalu. Allah itu kekasihnya. Cukuplah Allah itu baginya.

Demikian hubungan Allah dengan ROH, menurut pandangan ahli-ahli Sufi.



Penjelasan ke-2 (AKU IALAH ROH)

Tahukah Anda bahwa AKU Anda itu adalah ROH yang datang dari Allah, hidup dengan Allah, dan kembali kepada Allah. Allah itulah pangkalan tempat bertolak, lautan yang dilayari dan pelabuhan tempat berhenti.

Jika dikaji dalam-dalam Anda akan sadar dalam pandangan spiritual bahwa Allah itu adalah tempat awal perjalanan kita. Dialah tempat perjalanan itu sendiri, dan Allah itu jugalah tujuan akhir perjalanan hidup ini.

Tempat bertolak, perjalanan dan tujuan yang dimaksudkan disini bukanlah dari segi pandangan fisik yang tunduk kepada ruang dan waktu. Tempat perjalanan dan tujuan yang dimaksudkan di sini iailah dari segi pandangan spiritual, perasaan dan khayali (thought) kita.

AKU atau ROH kita adalah tanda-tanda atau ayat-ayat Allah. ROH itu juga bayangannya dan penzahiranNya. Dari segi pandangan spiritual, Allah itulah Yang Awal, Yang Akhir, Yang Batin dan Yang Zahir.

Penjelasan ke-3 (PANDANGAN AKU)

AKU yang paling dalam itu bersifat spiritual. Jika AKU itu dibersihkan pandangannya melalui dzikrullah dan pelatihan spiritual orang-orang Sufi, maka AKU itu akan mencapai satu tahap pandangan dimana ia rasa ada yang adalah Esa juga. Menurut pandangan ini, ada itu ada bertingkat-tingkat, bertahap-tahap, dan berbagai aspek, namun ia tetap satu. Segala yang ada terlihat, baik yang lahir maupun yang batin, semuanya satu wujud saja, pada hakikatnya. Inilah pandangan AKU yang paling dalam.

Friday, October 21, 2011

Seperti biasa Soepardjo

by Anonymous  |  in ceramah at  4:16 PM
Seperti biasa Soepardjo, kepala cabang di sebuah perusahaan swasta terkemuka di Jakarta, tiba di rumahnya pada pukul 9 malam. Tidak seperti biasanya, Sarwono, putra pertamanya yang baru duduk di kelas dua SD yang membukakan pintu. Ia nampaknya sudah menunggu cukup lama.

“Kok, belum tidur?” sapa Soepardjo sambil mencium anaknya.

Biasanya, Sarwono memang sudah lelap ketika ia pulang dan baru terjaga ketika ia akan berangkat ke kantor pagi hari.

Sambil membuntuti sang ayah menuju ruang keluarga, Sarwono menjawab, “Aku nunggu Ayah pulang. Sebab aku mau tanya berapa sih gaji Ayah?”

“Lho, tumben, kok nanya gaji Ayah? Mau minta uang lagi, ya?”

“Ah, enggak. Pengen tahu aja.”

“Oke. Kamu boleh hitung sendiri. Setiap hari Ayah bekerja sekitar 10 jam dan dibayar Rp 400.000,-. Dan setiap bulan rata-rata dihitung 25 hari kerja, Jadi, gaji Ayah dalam satu bulan berapa, hayo?”

Sarwono berlari mengambil kertas dan pensilnya dari meja belajar, sementara ayahnya melepas sepatu dan menyalakan televisi. Ketika Soepardjo beranjak menuju kamar untuk berganti pakaian, Sarwono berlari mengikutinya.

“Kalau satu hari ayah dibayar Rp 400.000,- untuk 10 jam, berarti satu jam ayah digaji Rp 40.000,- dong,” katanya.

“Wah, pinter kamu. Sudah, sekarang cuci kaki, bobok,” perintah Soepardjo.

Tetapi Sarwono tak beranjak.

Sambil menyaksikan ayahnya berganti pakaian, Sarwono kembali bertanya, “Ayah, aku boleh pinjam uang Rp 5.000,- nggak?”

“Sudah, nggak usah macam-macam lagi. Buat apa minta uang malam-malam begini? Ayah capek. Dan mau mandi dulu. Tidurlah.”

“Tapi, Ayah…” Kesabaran Soepardjo habis.

“Ayah bilang tidur!” hardiknya mengejutkan Sarwono.

Anak kecil itu pun berbalik menuju kamarnya. Usai mandi, Soepardjo nampak menyesali hardikannya, Ia pun menengok Sarwono di kamar tidurnya. Anak kesayangannya itu belum tidur. Sarwono didapatinya sedang terisak-isak pelan sambil memegang uang Rp 15.000,- di tangannya.

Sambil berbaring dan mengelus kepala bocah kecil itu, Soepardjo berkata, “Maafkan Ayah, Nak. Ayah sayang sama Sarwono. Buat apa sih minta uang malam-malam begini? Kalau mau beli mainan, besok’ kan bisa. Jangankan Rp 5.000 ,- lebih dari itu pun ayah kasih.”

“Ayah, aku nggak minta uang. Aku pinjam. Nanti aku kembalikan kalau sudah menabung lagi dari uang jajan selama minggu ini.”

“Iya, iya, tapi buat apa?” tanya Soepardjo lembut.

“Aku menunggu Ayah dari jam 8. Aku mau ajak Ayah main ular tangga. Tiga puluh menit saja. Ibu sering bilang kalau waktu Ayah itu sangat berharga. Jadi, aku mau beli waktu ayah. Aku buka tabunganku, ada Rp 15.000,-. Tapi karena Ayah bilang satu jam Ayah dibayar Rp 40.000,-, maka setengah jam harus Rp 20.000,-. Duit tabunganku kurang Rp 5.000,-. Makanya aku mau pinjam dari Ayah,” kata Sarwono polos.

Soepardjo terdiam. Ia kehilangan kata-kata. Dipeluknya bocah kecil itu erat-erat. :'( :'(

Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

by Anonymous  |  in wisata at  4:02 PM
Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa



Nusantara adalah nama rumpun bahasa.

Pokok bahasan di mata kuliah ini adalah

1. Penggolongan bahasa.

2. Bahasa Austronesia

3. Bahasa Nusantara



Hal yang diperbandingkan :

Karakteristik bahasa / hal yang istimewa / hal yang dibandingkan .

Setrategi perbanus , menempatkan bahasa Indonesia sebagai sitem primer (sebagai ukurannya bahasa Indonesia)

Bahasa Nusantara = Bahasa daerah

Bahasa I/ Bahasa Ibu = Bahasa yang diperoleh pertama kali.

Bahasa II = bahasa yang diperoleh setelah bahasa ibu/ bahasa I

Bahasa Indonesia juga dijadikan sebagai bahasa pemersatu.

Bahasa Nusantara bahasa yang serumpun yaitu bahasa daerah.



I PENGGOLONGAN BAHASA

Yang dijadikan untuk penggolongan yaitu tataran bahasa ;

a. Fonologi d. semantic.

b. Morfologi

c. Sintaksis

Dasar penggolongan bahasa ;

1. Dasar Tipologi

Bahasa didasarkan pada tipe atau bentuk .

Menurut Van Humbold, bahsa dijadikan menjadi 3 bentuk/tipe :

a. Bahasa berisolasi

Struktur bahasa didominasi kata dasar, contohnya bahasa cina

b. Bahasa beraglumentasi.

Struktur bahasa yang didominasi kata berimbuhan, contohnya bahasa latin.

c. Bahasa berfleksi.

Struktur bahasa tersebut ada kata dasar dan kata imbuhan , contohnya hampir bahasa di dunia tipenya tipe bahasa fleksi (termasuk bahasa Jawa)

2. Atas dasar Genologi (keturunan atau asal muasal)

Penggolongan bahasa didasarkan pada asal usul dan sejarah perkembangannya.

Ada 5 rumpun bahasa / indeks bahasa :

a. Bahasa Nostrat (mbahne bahasa)

a. Bahasa Indo German/ Indo Eropa (mendunia)

Contoh : India, Iran, Slafia, German, Belanda, Prancis

b. Bahasa Semit

Contoh ; Arab , Etopia, Suriyah.

c. Bahasa Hamit

Contoh : Bahasa Mesir

d. Bahasa Ural Altai

Contoh : Vilandia, Jepang, Hongaria, Turki, Eskimo, Korea.

e. Bahasa Jofet/ Japhenthit

Contoh ; Giurgeria.



2. Bahasa Austris/Austria

a. Bahasa Austronesia yang akan dipelajari

1. Bahasa Nusantara

2. Bahasa Oceanea (Iriyan)

3. Bahasa Polinesia

b. Bahasa Austro Asia (berada disepanjang selat Malaka)

c. BahasaTibeto Cina (Tibet, Cina, Birma, Muangtai, Thailand, Miyamar)

3. Bahasa terpencil di Asia dan Australia

Contoh : Halmahera, ternate, Tedore, Andaman, Hiperbolia.

4. Bahasa – bahasa Afrika

5. Bahasa – bahasa Amerika



II BAHASA AUSTRONESIA



1. ?

Dipegunungan Zunan di Cina Selatan pernah hidup suku bangsa yang bernama Austronesia, diusir oleh suku Cina , sehingga pindah menghilir melalui makong sehingga sampai diwilayah Asia tenggara.



2. Penyebaran Bahasa Austronesia.

Terjadi disepanjang wilayah laut teduh atau laut Pasifik

Tepatnya dimulai pulau Ester Island sebelah Timur dan diakhiri di pulau Madagaskar sebelah Barat.



3. Gejala Istimewa pada Bahasa Austronesia

1. Ada kata dasar dan kata yang diturunkan dari berbagai imbuhan

Kata dasar = jalan

Kata turunan = Perjalanan, menjalankan , dijalankan , berjalan.

2. Kata dasar kebanyakan bersuku dua

Contoh ; jalan, mandi tuli, mati , lari.

3. Tidak mengenal adanya gejala Gender (Pembedaan jenis kelamin)

4. Terdapat perbedaan antara “Kita” dan “kamu”

5. Pernyataan Nemerus/numerial/jumlah pada sebuah benda jauh lebih sempurna, kesempurnaan itu bias melalui Afiksasi, Reduplikasi, ataupun penambahan kata tetentu.

Contoh :

- menumpuk setinggi gunung.

- Kertas berceceran di lantai

- Sederetan took

- Toko – took



4. Pengaruh bahasa asing terhadap bahasa Austronesia.

a. Pengaruh orang India.

Yang menjadikan pengaruh adalah penuturnya. Orang hujarat India pergi ke Asia tenggara untuk berdagang membawa bahasa sansekerta, disini yang paling berpengaruh adalah bahasa Sansekerta.

b. Pengaruh Agama Islam.

Pada abad ke 13 agama Islam masuk ke Indonesia, melalui agama Islam yang mempengaruhi adalah bahasa Arab, kenapa agama Islam bukan orang Islam karena yang beragama Islam belum tentu berbahasa Arab.

c. Pengaruh orang Eropa.

Bahasa tergantung pada penjajahnya kalau yang menjajah itu Belanda seperti di Indonesia yang lama menjajah adalah bangsa Belanda maka banyak dipengaruhi oleh orang Belanda.



5. Penggolongan bahasa Austronesia berdasarkan ilmu alam



I. Bahasa Austronesia dibagian timur II. Bahasa Austronesia di bagian Barat

- Bahasanya bahasa Pasifik /bhs. Oceania/ bhs. Nusalautan - Bahasa Hespiranesia/Nusantara

- Bahasa Nusantara itu bahasa Austronesia yang ada di wilayah barat.

a. Rumpun Bhs. Polisenia/ Nusabanyak.

Pulau Ester Island sebelah timur sampai ke pulauan Hawai sebelah selatan dan sampai di Selandia baru sebelah Selatan.

Hawai



Segitiga besar Polisenia



Ester Island Selandia baru



Wilayah penutur Polisenia

b. Rumpun bahasa Melanisia/Nusahitam

Kepulauan Fiji – Hibridia baru – kaledonia baru – Salmon dan berakhir di Islandia baru.

c. Rumpun Bahasa Mikronesia/Nusakecil.

Kepulauan Karolina – Kepulauan Mariyana – Kepulauan Marshal – Kepulauan Gilbert. a. Bahasa Philiphina.

Salah satunya adalah bhs. Tagalok(Bhs daerah Eropa), Iloko,

b. Bhs- bhs Sub Philiphina

Cth ; Sangartalaut, Minahasa (Sulawesi Utara)

c. Bahasa – bahasa Malaysia

Bahasa Melayu.

d. Bahasa Cham di Kamboja

e. Bhs Malagasi di Magadaskar (Eropa)

f. Bahasa – bahasa daerah di sebagian besar wilayah Indonesia



Kata para ahli bahwa ; “ bahasa Jawa memiliki kedudukan istimewa di antara bahasa – bahasa Austronesia” alasannya yaitu ;

1. Karena merupakan bahasa bersejarah (bhs Jawa sudah dikenal sejak abad 9)

2. Bahasa berbudaya (bhs. Jawa ada unggah – ungguh, tata karma/ stratifikasi)

3. Penuturnya melebihi 50 juta jiwa. (wilayah penuturnya Jawa Tengah, sebagian Jawa Timur, DIY)



BAHASA BAHASA DI WILAYAH INDONESIA



Pulau Sumatra Pulau Jawa

1. Bhs. Aceh

2. Bhs. Gayung

3. Bhs. Mingakabau (Smt Brt)

4. Bhs. Batak (Smt Ut)

5. Bhs. Pasemah

6. Bhs. Bengkulu

7. Bhs. Nias

8. Bhs. Batin 1. bhs. Sunda

2. Bhs. Betawi (melayu Jkt)

3. Bhs Jawa

4. Bhs. Madura

5. Bhs. Tengger (pegunggan Bromo)

6. Bhs. Badui (Pegun.kendeng)

7. Bhs. Bawean (kab Surabaya)

Pulau Kalimantan Pulau Sulawesi

1. Bhs. Banjar

2. Bhs. Dusun

3. Bhs. Murut/Dayak(org Dayak)

4. Bhs. Tidung

5. Bhs. Kenyah

6. Bhs. Bidayah

7. Bhs. Punang

8. Bhs. Iban 1. Bhs. Sagirtalaut

2. Bhs. Minahasa

3. Bhs. Bolaang mangundo

4. Bhs. Bugis Hampir sama

5. Bhs. Mandar

6. Bhs. Toraja

7. Bhs. Tomimi

8. Bhs. Munabuton

Pulau Maluku Nusa Tenggara Timur (Flores)

1. Bhs. Ternate

2. Bhs. Tedore

3. Bhs. Halmahera

4. Bhs. Salaru

5. Bhs. Kae

6. Bhs. Makatian 1. Bhs. Sumba

2. Bhs. Ende

3. Bhs. Solor

4. Bhs. Alor

5. Bhs. Rofi

6. Bhs. Sawu

Pulau Lombok Pulau Irian

1. Bhs. Sumbawa

2. Bhs. Sanggar

3. Bhs. Bima

4. Bhs. Donggo 1. Bhs. Sorong

2. Bhs. Biak

3. Bhs. Ninboran

4. Bhs. Mor

5. Bhs. Midoi

Pulau Bali (bhs Bali)



Tak lama 3 orang pilot tersebut ditangkap oleh suku primitif, tangan dan kaki mereka diikat untuk dipancung karena mendarat di wilayah terlarang suku itu. Dengan bahasa yang campur aduk mereka memohon pada kepala suku untuk diampuni, akhirnya sang kepala suku berkata :

” Baiklah, Aku akan mengampuni kalian, syaratnya asal kalian sekarang pergi ke hutan dan kembali membawa 10 butir buah-buahan apa saja, kuberikan kalian waktu 1 jam. Kalau tidak, kalian akan ku pancung! ”

Dengan semangat 45 ketiga pilot masuk hutan dan berlomba mencari buah apa saja, Pilot I datang pertama, dan menyerahkan buah pada kepala suku :

Pilot I : Kepala Suku, saya datang membawa 10 buah Apel, sekarang ampuni saya.

Kepala Suku : Jangan senang dulu, sebagai hukuman, masukan 10 buah apel tadi ke lubang pantat kamu. Syaratnya tidak boleh menunjukan ekspresi seperti menangis,kesakitan,tertawa atau lainnya.

Buah apel 1 masuk dengan sukses, begitu jugadengan buah apel 2, di buah apel ke 3 Pilot I tidak bisa menahan rasa sakit, dan menjerit kesakitan. Kontan kepalanya dipenggal dan masuk Surga.

Pilot II kenudian datang membawa 10 butir buah lengkeng, dan kepala suku memberi perintah yang sama. 1,2,3,4,5,6,7,8, buah lengkeng masuk dengan mudah, di lengkeng ke 9 kepala Pilot II dipenggal oleh kepala suku. Pilot II langsung masuk Surga.

Di Surga Pilot II bertemu Pilot I dan berbagi cerita :

Pilot II : Kok kanu bisa dipenggal, kamu bawa buah apa?

Pilot I : Buah Apel, dan aku menjerit kesakitan karna tidak sanggup.

Pilot II : wah, Pantas. Kalau aku Beruntung membawa buah kelengkeng.

Pilot I : Lalu kenapa kamu bisa dipenggal juga?

Pilot II : Begini, Saat aku sudah sukses memasukan Lengkeng Ke 9, aku tertawa terbahak-bahak. Ya, aku langsug dipenggal.

Pilot I : Kenapa kamu bisa tertawa terbahak-bahak?

Pilot II : Aku melihat Pilot III datang sambil tersenyum lebar dengan menenteng 10 buah Duren!!!!

Thursday, August 25, 2011

Dinding sunan giri

by Nur Cilacap  |  in ceramah at  12:11 AM
Bila memang kamu belum kuat shalat malam, dan berpuasa, maka kuatkanlah dirimu menjaga diri dari makan, minum yang haram, dan menjaga hati dan fikiran dari tulul amal.
Kebaikan seseorang sebatas kebaikan kita, orang baik sama kita karena mereka merasa kita berjasa dan bermanfaat, apabila kita sudah tidak berguna akan kita temukan pepatah "habis manis sepah dibuang kali. Na'udzubillah...
Sedikit sekali kita temukan orang yang tulus- ash sama kita bagaimanapun keadaan kita, dan sungguh Allah sangat sayang sama hamba. Cuma mata hati kitalah yang tidak bisa merasakan
? Kalau begini terus, bagaimana dan kapan abdi teh bisa alim dan jadi hamba yang baik. Otakku hanya berputar dua kali terhadap hal-hal yang mengacaukan, hatiru terbukuk nafsu, berangan angan tidak karuan.
? Malahan sama sekali Seolah aku tak belajar apa apa.
? Waktu berlalu cuma lewat begitu saja. Tanpa makna dan kemanfaatan
? Aku bukannya lupa akan tugasku cuma aku merasa aku tak mampu dan aku tidak tahu itu salah atau benar cuman................Ah aku enggak tau. Allohumma ahmilni bimaghfiratak walaa tahmilni ba'da lak. Amien.
? Perbaikilah diri dengan ibadah ibadah yang bermakna. Ketika sakit dan mata hati kita dibuka sungguh sangat nista seperti dalam syairnya bang haji rhoma irama.
? Lupa mungkin itulah senjata untuk manusia. Di saat dia salah melakukan sesuatu yang mana semua orang menyalahkannya. Dan mengeluarkan ibarat
al insanu mahalul khatha wa nisyan.
? Mungkin mereka mengartikannya dari satu sisi saja padahal ibarat tersebut mempunyai faedah tanbigh / warning.
seperti layaknya orang berjalan sudah tahu kalau ada jurang membentang -apakah dia akan berjalan terus lurus anjlok ke jurang tersebut
?
?
?
?
?
?
?
?
?
?
?
?
?
?
?
?
?
?
? Itulah sekelumit gambaran lupa dan terlupakan. Terima kasih.

Wednesday, August 10, 2011

mengapa ayam menyebrang jalan

by Nur Cilacap  |  in lucu lucu at  1:43 PM
Jika ada Pertanyaan:
Mengapa Ayam Menyebrang Jalan?
Jawaban menurut:
Guru TK:
Supaya sampai ke ujung jalan.
FBI:
Beri saya lima menit dengan ayam itu, saya akan tahu kenapa.
Aristoteles:
Karena merupakan sifat alami dari ayam.
Martin Luther King, Jr.:
Saya memimpikan suatu dunia yang membebaskan semua ayam menyeberang jalan tanpa mempertanyakan kenapa.
Freud:
Fakta bahwa kalian semua begitu peduli pada alasan ayam itu menunjukkan ketidaknyamanan seksual kalian yang tersembunyi.
George W Bush:
Kami tidak peduli kenapa ayam itu menyeberang! Kami cuma ingin tau apakah ayam itu ada di pihak kami atau tidak, apa dia bersama kami atau melawan kami. Tidak ada pihak tengah di sini!
Darwin:
Ayam telah melalui periode waktu yang luar biasa, telah melalui seleksi alam dengan cara tertentu dan secara alami tereliminasi dengan menyeberang jalan.
Einstein:
Apakah ayam itu menyeberang jalan atau jalan yang bergerak di bawah ayam itu, itu semua tergantung pada sudut pandang kita sendiri.
Nelson Mandela:
Tidak akan pernah lagi ayam ditanyai kenapa menyeberang jalan! Dia adalah panutan yang akan saya bela sampai mati!
Thabo Mbeki:
Kita harus mencari tahu apakah memang benar ada kolerasi antara ayam dan jalan.
Isaac Newton:
Semua ayam di bumi ini kan menyeberang jalan secara tegak lurus dalam garis lurus yang tidak terbatas dalam kecepatan yang seragam, terkecuali jika ayam berhenti karena ada reaksi yang tidak seimbang dari arah berlawanan.
Miyabi:
Ooohh... Aahhh... Yeeahh... Mmmhhh...
Programmer Oracle:
Tidak semua ayam dapat menyeberang jalan, maka dari itu perlu adanya interface untuk ayam yaitu nyeberangable, ayam-ayam yang ingin atau bisa menyeberang diharuskan untuk mengimplementasikan interface nyebrangable, jadi di sini sudah jelas terlihat bahwa antara ayam dengan jalan sudah loosely coupled.
Sutiyoso:
Itu ayam pasti ingin naik busway.
Soeharto:
Ayam-ayam mana yang ndak nyebrang, tak gebuk semua! Kalo perlu ya dikebumikan saja.
Habibie:
Ayam menyeberang dikarenakan ada daya tarik gravitasi, dimana terjadi percepatan yang mengakibatkan sang ayam mengikuti rotasi dan berpindah ke seberang jalan.
Nia Dinata:
Pasti mau casting '30 Hari Mencari Ayam' ya?
Desi Ratnasari:
No comment!
Dhani Ahmad:
Asal ayam itu mau poligami, saya rasa gak ada masalah mau nyebrang kemana juga...
Chinta Laura:
Ayam nyebrang jhalaan..? karena gak ada owject...biecheeck....
Julia Perez:
Memangnya kenapa kalo ayam itu menyeberang jalan? Karena sang jantan ada di sana ! Daripada sang betina sendirian di seberang sini, yaaahhhh dia kesana laahh... Cape khan pake alat bantu terus?
Roy Marten:
Ayam itu khan hanya binatang biasa, pasti bisa khilaf.. (sambil
sesenggukan).
Butet Kartaredjasa:
Lha ya jelas untuk menghindari grebekan kamtib to?
Megawati:
Ayamnya pasti ayam wong cilik. Dia jalan kaki toh?
Harmoko:
Berdasarkan petunjuk presiden.
and the best answer is:
Gus Dur :
'Kenapa ayam nyebrang jalan? Ngapain dipikirin? Gitu aja kok repot!

========================

99 Langkah Menuju Kesempurnaan Iman
01. Bersyukur apabila mendapat nikmat;
02. Sabar apabila mendapat kesulitan;
03. Tawakal apabila mempunyai rencana/program;
04. Ikhlas dalam segala amal perbuatan;
05. Jangan membiarkan hati larut dalam kesedihan;
06. Jangan menyesal atas sesuatu kegagalan;
07. Jangan putus asa dalam menghadapi kesulitan;
08. Jangan usil dengan kekayaan orang;
09. Jangan hasad dan iri atas kesuksessan orang;
10. Jangan sombong kalau memperoleh kesuksessan;
11. Jangan tamak kepada harta;
12. Jangan terlalu ambitious akan sesuatu kedudukan;
13. Jangan hancur karena kezaliman;
14. Jangan goyah karena fitnah;
15. Jangan berkeinginan terlalu tinggi yang melebihi kemampuan diri.
16. Jangan campuri harta dengan harta yang haram;
17. Jangan sakiti ayah dan ibu;
18. Jangan usir orang yang meminta-minta;
19. Jangan sakiti anak yatim;
20. Jauhkan diri dari dosa-dosa yang besar;
21. Jangan membiasakan diri melakukan dosa-dosa kecil;
22. Banyak berkunjung ke rumah Allah (masjid);
23. Lakukan shalat dengan ikhlas dan khusyu;
24. Lakukan shalat fardhu di awal waktu, berjamaah di masjid;
25. Biasakan shalat malam;
26. Perbanyak dzikir dan do'a kepada Allah;
27. Lakukan puasa wajib dan puasa sunat;
28. Sayangi dan santuni fakir miskin;
29. Jangan ada rasa takut kecuali hanya kepada Allah;
30. Jangan marah berlebih- lebihan;
31. Cintailah seseorang dengan tidak berlebih-lebihan;
32. Bersatulah karena Allah dan berpisahlah karena Allah;
33. Berlatihlah konsentrasi pikiran;
34. Penuhi janji apabila telah diikrarkan dan mintalah maaf apabila karena sesuatu sebab tidak dapat dipenuhi;
35. Jangan mempunyai musuh, kecuali dengan iblis/syaitan;
36. Jangan percaya ramalan manusia;
37. Jangan terlampau takut miskin;
38. Hormatilah setiap orang;
39. Jangan terlampau takut kepada manusia;
40. Jangan sombong, takabur dan besar kepala;
41. Berlakulah adil dalam segala urusan;
42. Biasakan istighfar dan taubat kepada Allah;
44. Hiasi rumah dengan bacaan Al-Quran;
45. Perbanyak silaturrahim;
46. Tutup aurat sesuai dengan petunjuk Islam;
47. Bicaralah secukupnya;
48. Beristeri/bersuami kalau sudah siap segala-galanya;
49. Hargai waktu, disiplin waktu dan manfaatkan waktu;
50. Biasakan hidup bersih, tertib dan teratur;
51. Jauhkan diri dari penyakit- penyakit bathin;
52. Sediakan waktu untuk santai dengan keluarga;
53. Makanlah secukupnya tidak kekurangan dan tidak berlebihan;
54. Hormatilah kepada guru dan ulama;
55. Sering-sering bershalawat kepada nabi;
56. Cintai keluarga Nabi saw;
57. Jangan terlalu banyak hutang;
58. Jangan terlampau mudah berjanji;
59. Selalu ingat akan saat kematian dan sedar bahawa kehidupan dunia adalah kehidupan sementara;
60. Jauhkan diri dari perbuatan- perbuatan yang tidak bermanfaat seperti mengobrol yang tidak berguna;
61. Bergaul lah dengan orang- orang soleh;
62. Sering bangun di penghujung malam, berdoa dan beristighfar;
63. Lakukan ibadah haji dan umrah apabila sudah mampu;
64. Maafkan orang lain yang berbuat salah kepada kita;
65. Jangan dendam dan jangan ada keinginan membalas kejahatan dengan kejahatan lagi;
66. Jangan membenci seseorang karena pahaman dan pendiriannya;
67. Jangan benci kepada orang yang membenci kita;
68. Berlatih untuk berterus terang dalam menentukan sesuatu pilihan
69. Ringankan beban orang lain dan tolonglah mereka yang mendapatkan kesulitan.
70. Jangan melukai hati orang lain;
71. Jangan membiasakan berkata dusta;
72. Berlakulah adil, walaupun kita sendiri akan mendapatkan kerugian;
73. Jagalah amanah dengan penuh tanggung jawab;
‎74. Laksanakan segala tugas dengan penuh keikhlasan dan kesungguhan;
75. Hormati orang lain yang lebih tua dari kita
76. Jangan membuka aib orang lain;
77. Lihatlah orang yang lebih miskin daripada kita, lihat pula orang yang lebih berprestasi dari kita;
78. Ambilah pelajaran dari pengalaman orang-orang arif dan bijaksana;
79. Sediakan waktu untuk merenung apa-apa yang sudah dilakukan;
80. Jangan sedih karena miskin dan jangan sombong karena kaya;
81. Jadilah manusia yang selalu bermanfaat untuk agama,bangsa dan negara;
82. Kenali kekurangan diri dan kenali pula kelebihan orang lain;
83. Jangan membuat orang lain menderita dan sengsara;
84. Berkatalah yang baik-baik atau tidak berkata apa-apa;
85. Hargai prestasi dan pemberian orang;
86. Jangan habiskan waktu untuk sekedar hiburan dan kesenangan;
87. Akrablah dengan setiap orang, walaupun yang bersangkutan tidak menyenangkan.
88. Sediakan waktu untuk berolahraga yang sesuai dengan norma-norma agama dan kondisi diri kita;
89. Jangan berbuat sesuatu yang menyebabkan fisikal atau mental kita menjadi terganggu;
90. Ikutilah nasihat orang-orang yang arif dan bijaksana;
91. Pandai-pandailah untuk melupakan kesalahan orang dan pandai-pandailah untuk melupakan jasa kita;
92. Jangan berbuat sesuatu yang menyebabkan orang lain terganggu dan jangan berkata sesuatu yang dapat menyebabkan orang lain terhina;
93. Jangan cepat percaya kepada berita jelek yang menyangkut teman kita sebelum dipastikan kebenarannya;
94. Jangan menunda-nunda pelaksanaan tugas dan kewajiban;
95. Sambutlah huluran tangan setiap orang dengan penuh keakraban dan keramahan dan tidak berlebihan;
96. Jangan memforsir diri untuk melakukan sesuatu yang diluar kemampuan diri;
97. Waspadalah akan setiap ujian, cobaan, godaan dan tentangan. Jangan lari dari kenyataan kehidupan;
98. Yakinlah bahwa setiap kebajikan akan melahirkan kebaikan dan setiap kejahatan akan melahirkan merusakan;
99. Jangan sukses di atas penderitaan orang dan jangan kaya dengan memiskinkan orang
"Sebarkanlah walau satu ayat pun" (Sabda Rasulullah SAW) "Nescaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa- dosamu. Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar." (Surah Al-Ahzab:71)

Proudly Powered by Blogger.