Ketika Allah SWT menyiapkan pembangunan kota itu, Dia berikan sebuah tempat khusus dipusat kota kepada khalifahNya yang dinamakan hati. Ada kabar angin mengatakan apakah khalifah benar2 akan menetap di kota itu atau hanya menggunakannya sebagai pusat pentadbirannya. Apakah ia merupakan ruangan singgasana atau balai istana atau hanya tempat bersuara doang, tidaklah penting.
Allah SWT mendirikan kota dari bahan –bahan yang terdiri dari tanah, air, api dan angin. Pemimpin utama menyatakan dalam riwayat yang bernama firman Tuhan yang bermaksud:
Langit dan bumi yang kuciptakan tak dapat meliputinya, namun hati hamba Ku yang beriman meliputimya.
Manakala pemimpin kita Rasulullah juga bersabda yang bermaksud:
Allah SWT tidak memandang pada rupa parasmu atau perbuatan mu, tetapi hati mu.
Allah SWT selalu mengingati, memerhatikan dan mecermati nya setiap saaat
Dia yang meciptakan wakilnya, sudah pasti memerhatikan wakilnya itu, apa yang dibuatnya terhadap amanat yang telah diserahkannya.
Allah SWT mecipatkan roh sebagai khalifahnya atas tubuh, jadi Allah SWT membuat roh bertanggungjawab terhadap tubuh. Ingat lah firman Allah SWT yang bermaksud:
…Karena sesunggugguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati di dalam dada